Cara Mengatur Intensitas Cahaya

3.4 Manajemen Intensitas Cahaya

3.4.1 Minimal dan Maksimal Intensitas Cahaya Dalam Gedung

Intensitas cahaya yang Burung Walet sukai sebagai sarang atau untuk tempat tinggal adalah 0 lux (artinya adalah gelap total). Pada Intensitas cahaya 0 lux (gelap total) adalah intensitas cahaya yang disukai oleh Burung Walet untuk bersarang (Syarif & Pramono, 2019). Didukung pula oleh Munirah et al. (2018), yang menyatakan bahwa intensitas cahaya yang sesuai untuk kandang walet adalah kurang dari 1 lux. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pencahayaan pada rumah walet adalah ukuran lubang masuk, warna dinding dan lantai, serta ketinggian ruang yang dapat dimasuki cahaya (Hendri, 2007). Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi pencahayaan dalam rumah walet. Gedung walet yang gelap akan menghambat proses adaptasi. Diperlukan semburat cahaya di nesting room, agar walet berani menjelajah ke semua ruangan dalam proses adaptasi. 

3.4.1 Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Intensitas Cahaya Di RBW : 

A. Ukuran Lubang Masuk Burung

LMB atau lubang masuk burung dapat dikatakan sebagai lubang dengan ukuran yang lebih besar daripada ventilasi pada rumah walet. Oleh sebab itu intensitas yang masuk melalui lubang ini biasanya lebih besar. Itulah mengapa LMB harus dibuat dengan ukuran yang ideal, yaitu antara 60x40 cm sampai 80x50cm. Untuk rumah walet baru disarankan agar LMB dibuat 80x50cm. Ukuran yang lebih besar dari itu akan membuat intensitas cahaya yang masuk lebih banyak.

B. Warna dinding dan lantai

Dinding atau lantai yang memiliki warna cerah seperti putih, biru, atau kuning, akan lebih banyak memantulkan cahaya yang memaparnya. Begitu juga sebaliknya, warna yang lebih gelap seperti hitam atau coklat akan memantulkan cahaya lebih sedikit. Itulah mengapa disarankan mewarnai area lubang terjun rumah walet dengan warna gelap. Selain dengan cat, warna alami semen juga sesuai untuk meredam cahaya. Karena di lubang terjun inilah intensitas cahaya lebih banyak. 

C. Luas dan Tinggi Ruangan

Perhitungannya adalah, semakin luas dan tinggi ruangan, maka pencahyaan akan semakin kecil. Disebabkan penyebaran cahayan dengan jangkauan yang lebih luas. Sehingga bagian dinding dan lantai ujung ruangan tidak mendapatkan pantulan cahaya yang banyak atau bahkan tidak mendapatkan cahaya sama sekali. Sebaliknya jika ruangan sempit dan pendek, maka pencahyaan akan semakin terang, karena pemantulan cahaya yang lebih cepat dan dekat.

D. Sekat ruangan

Selain berfungsi untuk membentuk kamar ruang. Sekat juga berfungsi mengahalu cahaya agar tidak langsung menerpa ruang inap. Itulah sebabnya di bagian lubang terjun dipasang sekat penuh ataupun sekat gantung, yang bertujuan untuk meredam cahaya agar tidak langsung memapar pada sirip ruangan inap. Pemasangan sekat juga harus memperhitungkan luas ruangan.

3.4.2 Cara Mengatur Intensitas Cahaya

Menurut (Akbar part group, 2020), pengaturan RBW terbagi menjadi tiga meliputi:

A. Terang 

Pengaturan intensitas cahaya lebih terang ditempatkan di dekat void, hal tersebut dikarenakan walet tidak memiliki kemampuan seperti ekolokasi halnya kelelawar yang mampu melihat dalam kegelapan. Sehingga kebanyakan walet masih sering tertabrak ketika memasuki ruangan. Intensitas cahaya diperlukan terutama untuk anakan walet saat menyusuri ruang 

B. Remang 

Beberapa burung walet juga senang menempati ruang dengan intensitas cahaya remang. Oleh karena itu diruang tengah biasanya masih terdapat pancaran sinar matahari. Pancaran sinar tetap dibutuhkan agar walet mampu menjelajah ke semua ruangan untuk proses adaptasi. Jika walet tertentu tidak nyaman maka walet akan mencari tempat gelap diruang paling bawah.

C. Gelap 

Seperti yang diketahui beberapa walet tertentu juga lebih senang untuk membuat sarang ditempat gelap. Di tempat gelap walet merasa lebih aman dan terisolasi dari serangan predator. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *